gmc dewasa

gmc dewasa

KIAT KIAT BERLATIH ALUMNI GMC


1. Orangtua harus ikhlas dan sabar menghadapi apapun kondisi anak
2. Berkeyakinan bahwa Allah memberikan yang terbaik untuk kita dan anak kita
3. Menghilangkan beban psikologi anak
4. Menghindari paksaan terhadap anak
5. Diskusikan dengan anak waktu mereka sepakati untuk belajar
6. Gali kefahaman anak kenapa harus belajar, sehingga tidak di suruhpun mereka akan belajar
7. Menggunakan kata-kata positif dan membangun
   Misalnya :
-          “Akan lebih asyik kalau kita ……”
-          “Akan lebih semangat kalau kita makan lebih cepat …. ”
-          “Ajari ayah dong gimana kemaren belajar GMC …..”
8. Menggunakan afirmasi-afirmasi positif
  Misalnya”
-          “Anak ayah yang sukses …. Pasti rajin belajarnya”
-          “Calon pengusaha sukses nih …. Hebat sekali belajarnya”
-          “Dokter sukses nih…. disiplin sekali ….ayah bangga sekali”
9. Menghidari kata mengintip (diganti dengan “Ditutup matanya ya … agar bisa lebih terang”)
10. Latihan tidak harus tutup mata, bias diganti dengan beberapa alternatif
-          Kartu dibalik
-          Tebak kartu
-          Menebak cuaca hari ini
-          Latihan otak 31 hari

Kiat Berlatih GMC
Lakukan pemanasan, yang disebut dengan pemanasan adalah membuat sebua suasana yang nyaman agar anak merasa nyaman dalam belajar.
Arahkan anak pada kondisi puncak.
Senam pernapasan relax dan senam otak.
Baru mulai aktivitas latihan tutuo mata sesuai dengan tahapan kemampuan anak.
Sebaiknya latihan dilakukan setiap pagi sebelum berangkat ke sekolah.

Fokuslah Bila Ingin Hebat

Jika Anda ingin menjadi master di bidang tertentu ingatlah kata-kata ini: berfokuslah pada satu hal atau keterampilan dengan kesetiaan tanpa henti untuk terus melakukan perbaikan, dan berkeinginan kita menjadi yang terbaik.

Fokus, perbaikan tiada henti dan keinginan kuat menjadi yang terbaik adalah bahan bakar utama untuk menjadi seorang spesialis. Dan sebagian mayoritas orang besar berasal dari seorang spesialis.

B.J. Habibie adalah seorang spesialis di bidang pesawat terbang. Apakah kesuksesannya murni merupakan karunia alam? Tentu saja jawabannya tidak. Ia mengambil apa yang diberikan alam kepadanya dan menjalankan formula tadi; fokus ditambah perbaikan terus tiada henti dan keinginan kuat untuk menjadi yang terbaik.

Lelaki kelahiran Pare-Pare ini tidak ingin menjadi yang terbaik di lima bidang yang berbeda. Misalnya, ia tidak ingin ahli di bidang kereta api atau kendaraan beroda empat. Mantan Presiden RI ketiga ini hanya ingin hebat pada bidang pesawat terbang. Dan ia berhasil.
Michael Jordan fokus pada basket. Cristiano Ronaldo fokus pada sepakbola. Muhamad Yunus fokus pada microfinance. Bill Gates fokus pada software evelopment computer, Dedi Mizwar fokus pada film. Yusuf Mansur fokus pada ilmu sedekah. Hermawan Kertajaya fokus pada dunia marketing. Mereka dan banyak orang lainnya tidak memecah fokus yang ditekuninya. Dan mereka berhasil.

Thomas A Edison mendaftarkan 1.093 paten. Ia juga menemukan bola lampu hingga gramofon. Lelaki yang pernah dicap idiot oleh gurunya ini tidak mencoba untuk menjadi pedagang besar, penyair terkenal, dan musisi ternama. Ia hanya berfokus pada penemuan-penemuannya. Ia juga memperbaikinya setiap hari. Dan selalu terdorong untuk menjadi penemu hebat dan memberi manfaat bagi dunia.

Selanjutnya, ia membiarkan waktu yang menciptakan keajaiban. Dan ternyata, keberhasilan mengetuk pintu bagi orang-orang yang memang fokus pada bidangnya. Mereka para spesialis.
Mungkin Anda ingat akan kisah Pablo Picasso. Suatu hari, seorang wanita melihatnya di pasar dan ia mengambil secarik kertas. ”Tuan Picasso, saya adalah penggemar Anda. Maukah Anda menggambar sedikit untuk saya?”

Picasso dengan gembira memenuhi permintaan itu dan menggoreskan sebentuk seni di atas kertas yang diberikan. Sambil tersenyum ia mengembalikan kertas itu sambil berkata, ”Nilai kertas ini bisa jutaan dolar lho.” Wanita itu bingung dan berkata, ”Tapi tuan Anda hanya perlu waktu 30 detik untuk menghasilkan mahakarya ini.” Sambil tertawa Picasso menjawab, ”Saya membutuhkan waktu 30 tahun agar dapat menghasilkan mahakarya dalam waktu 30 detik.”

Ketahuilah apa kelebihan Anda. Temukan talenta Anda, lalu berusaha keras sekuat tenaga untuk memoles talenta Anda. Ketahuilah apa yang menjadi bagian terbaik dalam hidup Anda. Anda sangat ahli dan menyenangi hal itu. Bahkan Anda terkadang gelisah ketika Anda tidak melakukan hal itu.

Mungkin Anda seorang komunikator yang jago bergaul. Mungkin Anda ahli dalam hal memperlancar keadaan. Mungkin Anda seorang inovator yang mampu melahirkan sesuatu yang baru. Mungkin Anda orang yang tekun menjalankan bisnis walau hasilnya kecil namun volumenya besar. Atau Anda seorang yang ahli memberikan nilai tambah sehingga Anda mampu menjual produk yang sama namun dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Temukan kelebihan Anda, lalu kembangkan. Fokuslah pada kelebihan Anda dan terus menerus diasah, lakukan perbaikan terus menerus, dan berkomitmenlah untuk menjadi yang terbaik di bidang Anda. Saya yakin tak lebih sepuluh tahun dari sekarang Anda akan menjadi orang yang hebat di bidang Anda. Mungkin orang akan membicarakan atau menulis tentang Anda.

Mari bertaruh dengan saya. Jika Anda sudah menemukan talenta Anda dan mencurahkan waktu setiap hari untuk mengasah talenta itu dan terus menerus memperbaikinya serta berkomitmenlah untuk menjadi yang terbaik di bidang itu, tak lebih dari 10 tahun yang akan datang Anda telah menjadi seorang yang hebat.

Ketika itu bawalah hadiah kepada saya, karena saya telah memenangkan pertaruhan ini. Bila Anda gagal, itu karena Anda ingin hebat di semua hal sehingga fokus Anda pecah. Akhirnya Andapun tak mendapatkan semua hal itu. 

INTRODUCTION


Sekarang setiap orang bias menjadi genius
Memperkenalkan “Pelatihan Otak Tengah”
Apa yang kita bisa lihat saat ini adalah terobosan paling muthakhir dari penelitian otak manusia. Sebagaima kita ketahui bersama, bahwa hampir lebih dari 95% otak manusia tidak dipakai. Sebagian dari kita menggunakan tidak lebih dari 3% kemampuan otak manusia dan membawa 97% lainnya ke liang kubur. Menurut para ilmuwan, Eisntein (Sang Genius) sendiri, tidak menggunakan lebih dari 10% kemampuan otaknya.
Sesungguhnya kita semua bisa menjadi genius, bila saja kita tahu bagaimana mengaktifkan kemampuan otak kita yang sebagian besar masih dalam kondisi tertidur (sleeping mode).
Sejak tahun 2005, GMC telah menemuan metode ilmiah sehubungan dengan pengaktifan otak tengah manusia, yang memungkinkan seseorang dapat melihat dengan kedua mata tertutup menggunakan gelombang otak yang dikeluarkan oleh bagian otak manusia yang terkenal dengan istilah kedokteran sebagai mesencephalon.
Otak tengah yang merupakan jembatan bagi kedua buah otak manusia (kiri dan kanan), yang pada sebagian besar manusia berada pada posisi “sleeping mode” disebabkan salah beberapa hal seperti stress dan kesedihan. Setelah diaktifasi kekuatan otak manusia kembali utuh serta banyak potensi yang tersembunyi akan keluar begitu saja, dan dengan pelatihan yang konstan merupakan jalan tol menjadi genius.

Beberapa manfaat lain dari aktifasi otak tengah adalah sebagai berikut : 
1 Meningkatkan memory (belajar dalam waktu lebih singkat)
2 Meningkatkan konsentrasi (lebih mudah berkonsentrasi)
3 Meningkatkan kreatifitas (lebih inovatif)
4 Mempertajam bakat (bakat lebih tajam)
5 Meningkatkan kesehatan (hormon lebih seimbang)
6 Meningkatkan keseimbangan penggunaan otak kiri dan kanan (karakter lebih seimbang)

 Beberapa permasalahan mental akan berkurang sampai titik minimal setelah aktifasi otak tengah. Anak-anak yang mengalami masalah hiperaktif akan dapat duduk dengan lebih tenang, dan sebaliknya anak-anak yang cenderung pendiam akan menjadi lebih aktif.

Dewasa ini orang cenderung menjadi menjadi salah satu dari “dominan otak kiri” atau “dominan otak kanan”. Orang dengan dominan otak kiri, biasanya dikontrol lebih banyak oleh otak kirinya. Kemampuan otak kanannya cenderung menjadi tersisihkan, dan semakin tidak berkembang. Sebaliknya orang yang dominan otak kanan cenderung kemampuan otak kirinya terkalahkan dan semakin tidak digunakan semakin tidak berkembang.
Orang yang telah diaktifasi otak tengahnya, tidak lagi menjadi dominan otak kiri atau kanan, melainkan dominan otak tengah. Otak tengah ini akan menjadi kapten bagi kedua otak lainnya (kiri dan kanan) yang bisa mengontrol kemampuan kedua otak manusia sekaligus. Dan hanya mereka yang dominan otak tengahnyalah yang bisa menggunakan dan mengontrol kedua otak sekaligus
Pakar Midbrain dari Jepang Prof. Makota Sichida menegaskan bahwa “Otak tengah adalah jembatan bagi otak kiri dan otak kanan manusia. Jika ingin menggunakan kemampuan kedua otak sekaligus (kiri dan kanan) maka otak tengah harus diaktifasi terlebih dahulu”
Banyak orang tua merasa frustasi karena anaknya tidak bisa duduk diam, sementara orang dewasa merasa frustasi karena mereka tidak bisa seaktif anak-anaknya. Kita tahu bahwa akar permasalahannya adalah pada fungsi otak kita. Jika seseorang adalah dominan otak kanan, maka ia tidak akan bisa duduk diam untuk waktu yang lama, demikian pula sebaliknya. Kita tidak bisa mengontrol kedua otak kita, kiri dan kanan sekaligus, kecuali kita adalah dominan otak tengah.
Masyarakat Indonesia saat ini cenderung lebih dominan otak kiri; penuh perhitungan, pencemburu; penuh kebencian, karakter seperti itu mendominasi karena, otak kanan yang seharusnya dipenuhi dengan cinta kasih; intuitif, dan inovatif telah tertekan dan terkalahkan. Keinginan untuk melihat masyarakat yang pandai namun penuh cinta kasih sangat mungkin terwujud jika otak tengah mendominasi. Kita semua berharap bisa melihat perubahan ketika otak kita seutuhnya bisa berfungsi sepenuhnya.
Marilah kita hendaknya jangan dibutakan oleh “dana” yang harus kita keluarkan sebagai usaha kita, orang tua, mendidik dan melatih anak-anak kita. Marilah kita lihat pada manfaat jangka panjang yang sungguh di luar apa yang dapat kita bayangkan. GMC benar-benar sebuah pelatihan yang jangan sampai anak-anak kita ketinggalan.
Melihat dengan kedua mata tertutup (blindfold) bukanlah tujuan pelatihan ini. Blindfold hanyalah satu dari indikasi yang bisa kita lihat ketika otak tengah anak telah teraktifasi. Gelap akan membantu anak-anak kita untuk lebih bisa berkonsentrasi, sebagaimaan para pakar mengatakan bahwa otak kita berhungsi secara berbeda dalam kegelapan.
Tidak ada efek samping yang perlu dikhawatirkan orang tua, karena GMC tidak menggunakan obat-obatan di dalam pelatihannya. GMC juga tidak menggunakan salah satu metode yang berdasarkan pada agama tertentu. GMC sangat natural dan sangat ilmiah, serta dapat dijelaskan secara medis.
Ribuan orang telah mengitkuti program aktifasi otak tengah dengan berbagai metode lainnya di berbagai negara. Di Rusia perlu makan waktu satu tahun bagi seorang siswa untuk mampu melakukan aksi blindfold. Di Jepang, sedikitnya perlu waktu tiga bulan untuk melakukannya. Di Indonesia (sebagaimana juga di berbagai negara lainnya seperti Singpore, Thailand, Malaysia, dll) siswa-siswa GMC hanya perlu waktu 1.5 hari saja (12 jam)
Saat ini metode GMC menempati sukses tertinggi di dalam penyebaran pasar internasional.
Selain kemampuan dengan mata tertutup mampu melakukan berbagai aktifitas, peserta pelatihan GMC juga dengan pelatihan yang konstan akan mampu melakukan banyak hal seperti melihat dengan sentuhan, atau terkenal dengan istilah “skin vision”. Sebagian anak lainnya yang telah teraktifasi otak tengahnya mampu melihat kartu secara detail dengan penciumannya atau pendengarannya. Sebagian lainnya mengatakan mereka mampu melihat, menulis, membaca, dan mewarnai di dalam kegelapan total.
Sekarang setiap anak kita bisa hidup SANGAT NORMAL setelah otak tengah mereka diaktifasi. Sesungguhnya otak manusia demikian hebatnya. Apa yang barusan digambarkan di atas hanyalah seperti sebongkah batu es di permukaan kutub utara, sebagian besar lainnya tidak terlihat dan masih tersembunyi.

Manfaat Jangka Panjang

Setelah melalaui berbagai perbincangan dengan para orang tua peserta pelatihan, didapat beberapa hal seputar harapan orang tua yang cenderung lebih menitik beratkan pada harapan akan hasil yang lebih baik pada nilai sekolah anak. Banyak orang tua merasa kecewa (di luar Indonesia), ketika raport anak dibagikan dan tidak menunjukkan peningkatan di 3 bulan selepas pelatihan.  

Secara teori, nilai sekolah seharusnya meningkat, karena selepas aktifasi otak tengah, memori dan konsentrasi meningkat. Dalam kenyataannya, banyak faktor yang menghambat peningkatan secara akademis, di antaranya adalah masalah-masalah yang timbul di keluarga, banyak main game komputer, atau facebook daripada belajar. Anak-anak lebih banyak mengingat permainannya di komputer daripada mengingat pelajaran.

Setidaknya, lima puluh bagian dari otak mereka telah diaktifasi. Ada banyak sekali potensi yang bisa terjadi setelah pelatihan. Orang tua dan siswa pelatihan seharusnya tidak berpatokan pada hasil akademis sebagai satu-satunya ukuran yang dipakai sebagai hasil dari aktifasi otak tengah.

Ada banyak lagi manfaat lainnya dari aktifasi otak tengah selain dari yang disebutkan di atas, di antaranya anak-anak dapat menyerap informasi lebih cepat. Salah seorang guru memberi keterangan bahwa salah satu siswanya, biasanya perlu waktu 2 jam untuk menghapal 15 kata-kata baru, akan tetapi setelah aktifasi otak tengah, siswa tersebut cuma perlu waktu 5 menit. Belajar menjadi lebih menyenangkan dan lebih rileks selepas pelatihan.

Orang tua selayaknya tidak hanya berpatokan pada nilai sekolah anak. Sistem pendidikan di Indonesia saat ini lebih menitik beratkan pada kemampuan otak kiri (matematika, fisika, kimia, biologi, bahasa Inggris, Jepang, Mandarin, dll). Semakin tinggi pendidikan anak biasanya semakin tinggi otak kiri menjadi lebih dominan, dan kecenderungannya akan mengalahkan kemampuan mengontrol otak kanan. Ini yang menyebabkan orang banyak menghitung dan menganalisa tetapi tidak dengan hati nurani dan cinta kasih sehingga menyebabkan banyak timbul peperangan.

Dengan aktifasi otak tengah, tebukalah jembatan penghubung kedua buah otak anak, yaitu kiri dan kanan. Sekarang anak dengan otak tengah yang dominan akan mampu mengontrol baik otak kiri dan kanannya sekaligus. Anak-anak yang teraktifasi otak tengahnya akan tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas secara intelegensia, sekaligus kaya akan hati yang penuh kasih sayang yang dengan latihan yang konstan anak-anak cerdas tersebut akan mampu mempertajam intuisi mereka seperti

  • Melihat bahaya di depan mereka (misalkan akan mendapat kecelakaan, atau bahaya dari situasi tempat seperti adanya bom, dll)
  • Membedakan perkataan sebenarnya dan berbohong dari seseorang (anak-anak gadis tidak mudah tertipu bujuk rayuan pemuda iseng)
  • Merasakan niat buruk seseorang (sangat berguna dalam segala urusan dunia)
  • Pada tingkat yang lebih tinggi seseorang dengan otak tengah yang telah teraktifasi mampu menghapal buku-buku text-book, kelak ketika mereka di perguruan tinggi, hanya dalam hitungan belasan menit sampai puluhan menit saja.
  • Pada tingkat yang lebih tinggi dan latihan yang konstan mereka mampu merasakan adanya penyakit pada tubuh mereka sendiri, dan pada akhirnya akan mampu melakukan “self healing” atau penyembuhan diri sendiri.
  • Pada tinggkat lebih tinggi dan lebih dalam lagi, seorang anak mampu melakukan deteksi penyakit pada orang lain, dan mampu mencarikan solusi, atau jalan keluar untuk mengobati orang tersebut.

Bukankah kita telah memberi mereka bekal yang luar biasa untuk masa depan mereka?

 Anak-anak kita akan menjadi anak-anak yang berbeda dari 2 hari sebelum mereka mengitkuti pelatihan aktifasi otak tengah. Mereka akan berubah menjadi anak-anak yang luar biasa. Namun ada beberapa kalimat yang perlu direnungkan oleh orang tua:

“Sometimes, children DO CHANGE, but parents DO NOT”

sumber:http://geniusmind-indonesia.com/index.php?option=com_content&view=article&id=47:manfaat-jangka-panjang&catid=37:manfaat-jangka-panjang&Itemid=58

Testimoni Ibunda Marini Addina

Nama: Asmarawati SPdi   Ibunda dari Marini Addina (12 tahun)

Sejarah singkat awal saya tahu tentang GMC Harapan indah

Ada salah satu sahabat yang menceritakan tentang GMC serta manfaat bagi anak yang kurang konsentrasi dalam belajar, lalu dia mengajak saya untuk ikut menyaksikan presentasi yang di adakan di SDIT Gema Nurani. dari paparan Pak Alfi dengan tayangan gambar serta demonstrasi yang diperagakan oleh salah satu alumni murid yang pernah saya ajar dulu dan saat itu masih ragu apakah anak saya bisa seperti tayangan dan peragaan yang sudah saya lihat ini

Ada tanda tanya besar dari hati kecil terhadap kemampuan anak saya, tapi orang tua dan alumni murid saya itu menyebutkan manfaat yang telah dia rasakan setelah ikut GMC diantaranya ia lebih konsentrasi dalam belajar sehingga nilainya meningkat dari yang sebelum ikut GMC tambah lagi lebih solehah

Akhirnya pas anak saya ulang tahun yang ke 12 saya berikan hadiah dia ikut GMC Harapan Indah walau sedikit memaksakan diri.A lhamdulillah berkat izin Allah Ananda Addina dapat mengikuti pelatihan tersebut.

Mohon doa kepada guru-guru GMC semoga ananda marini addina tetap pintar jadi manusia dunia dan akhirat ... maksud saya : dunia bahagia di akhirat masuk surga dan Ibu juga selalu berdoa GMC tetap lebih berkembang lagi.... guru gurunya juga jadi dunia akhirat..... amin

Ayo para orang tua, marilah bergabung bersama GMC diharapan Indah, demi menciptakan manusia dunia akhirat... 

Sebelum masuk GMC
1. Marini tetap shalat tepat waktu walau sudah dengan adzan ia langsung sholat.
2. Belajar kurang rajin, ada saja alasan
3. Bila ada keinginan agak maksa supaya mendapatkan nya
4. Kurang bisa mengerjakan tugas di LKS... apalagi soal ulangan
5. Nilainya selalu kurangn di LKS
6. Kurang rasa tanggung jawab
7. Kurang peduli dengan pekerjaan Rumah Tangga (cuci piring, nyapu, dll)
8. Suka komentar bila di ingatkan
9. Suka banyak bermain dengan waktu yang lama pulangnya harus di panggil dulu
10. Semuanya minta di layani dan ia hanya tahu beres di depannya...

Sesudah mengikuti GMC
1. Tetap shalat tepat waktu, walaupun di jalan ia bilang sudah adzan kita shalat dulu.
2. Menjadi rajin belajar tanpa alasan ia bilang mau jadi anak pintar
3. Bisa diberi pengertian dan cepat mengerti
4. Sudah bisa mengerjakan tugas di LKS
5. Sudah 7 atau 8 di LKS
6. Sudah lebih bertanggung jawab
7. Sudah mau membantu ibu bila repot dirumah, apalagi saat ibu nya pergi
8. Sudah berkurang 
9. Sekarang sidah bisa pulang tanpa dipanggil tapi di batasi waktu 30 menit
10. Sudah bisa melayani sendiri, kadang ia memasak sendiri.

Catatan buat pak alfi :
maaf ya tulisan saya jelek dan banyak corat coret..... serta kata kata yang kurang tepat susunannya...maklum pak alfi saya buru buru... terima kasih

Testimoni Umi Hasan

NAMA :MUHAMMAD HASAN JIHAD
TMP/TGL LAHIR :CIBITUNG, 30 DES 1999
KELAS :5 SDI ULULALBAB
PELATIHAN GMC :27 s/d 28 FEB 2010

Di hari I setelah menikuti peletihan GMC , sabtu tgl 27 feb setelah pulang pelatihan kami sekeluarga pergi ke Ramayana karena anak kami yang ke-3 sedang beru;ang tahun. Untuk menyenakan hatinya kami ajak untuk bermain Time zone. Hasan dan Nurul masing 2x saya beri 20 koin. Karena anak kami yang ke-4 baru berumur 4 tahun saya meminta tolong agar Hasan menemani mandi bola terlebih dahulu. Koin yang saya berikan diletak kan ke dalam saku celana. Ternyata 19 koin hilang di tempat mandi bola. Setelah itu ia mencarinya +_ 2 menit ke 19 koin tsb dapat ditemukan semuanya. Kami selaku orang tuanya merasa heran, kok bias ya koin tsb ia dapatkan kembali.

Di hari III setelah mengikuti GMC,tepatnya di hari hari seninnya, anak kami sudah dapat menaiki sepeda dan melakukan halal rintang dengan manggunakan mata tertutup.

Di hari IV setelah sholat isha, Abinya menyuruh menghafalkan 12 ayat dari surat yasin yang waktunya +_ 10 menit. Alhamdulillah berkat izin Allah ternyata ia hafal. Kemudian di tambah 12 ayat di lagi di waktu subuh esok harinya. Alhamdulillah ia hafal.

Sebelum mengikuti GMC, anak saya mempunyai karakter yang mempunyai tempramen tinggi dan suka memukul adiknya jika tersinggung. Suatu hari saya tidak punya uang saku, uang kecil untuk sekolah saya hanya mempunyai uang saat itu Rp 8000,-. Sedangkan jatah anak2x Rp 5000,- /anak. Dengan sepontan Hasan langsung mengatakan yah sudah aku tidak usah, uangnya berikan saja kepada Nurul, uang tabungan ku masih ada ko. Alhamdulillah tarnyata ada perubahan sikap dan tingkah laku pada anak kami. Tadinya suka sekali Hasan memukuli adik2xnyajika tersinggung jika di ganggu, kini Alhamdulillah sudah tidak lagi. Paling-paling jika sedang kesal ia langsung melaporkan kepada umi / abinya.

Untuk pelajaran di sekolahnya, Alhamdulillah ia dapat mengikuti pelajaran lebih baik lagi. Suatu hari saya mendapat undangan untuk rapat di sekolahnya. Ternyata bukan berhadapan dengan wali kelasnya saja, melainkan ad 2 guru bidang studi yang lainnya yang mengajar IPA, Bahasa Indonesia.
Ternyata nilai ulangan harian anak saya sebelum GMC
- B.Indonesia = 4
- IPA = 5,5
Setelah meminta remedial, Alhamdulillah nilai ulangannya
- B.Indonesia = 100
- IPA = 8,5

Satu minggu kemudian, kami mencoba anak kami untuk membaca Al-Qur’an dan terjemahannya di ruang gelap, Alhamdulillah ia dapat melakukannya.

Sebulan lebih satu minggu, kami mengajak anak jalan2x ke Carefour Cikarang. Kebetulan anak kami yang I baru seminggu di aktivasi. Di sana ada Track Race . Latihan I di coba dengan mata terbuka. Kemudian kami coba dengan mata tertutup, Alhamdulillah ia dapat mengalahkan kakaknya. Kemudian dengan mata tertutup kami mencoba kembali dengan balap lari, Alhamdulillah dapat di lakukan dengan baik dengan pemenangnya Hasan.

Dari semua pengalaman aktivitas yang terjadi setelah GMC ada sesuatu yang sangat luar biasa terharu saya rasanya. Karena ke dua anak saya merasakan lebih konsentrasi / khusyu’ dalam melaksanakan sholat. Coba ada aktivasi untuk para orang tua mungkin saya yang pertama mendaftarkan diri. Karena kami merasakan sangat susah sekali berkonsentrasi dalam sholat dari takbir hingga salam.

Aktivitas dengan tutup mata bukanlah tujuan kami selaku orang tua. Tujuan kami adalah anak2x kami dapat lebih berkonsentrasi dalam melaksanakan sesuatu aktivitas sehingga ia dapat dengan mudah memahami apa yang ia kerjakan. Baik konsentrasi dalam pelajaran olah raga dan bidang2x lainnya.

Semoga Allah SWT senantiasa meridoi anak2x kami dan menjadikan anak yang sholeh dan sholehah. AMIIN

Salam
Umi Hasan

Testimoni Mama Hafiidh & Aini

NAMA : ANUGERAH HAFIIDH & HURUL AINI NQ
USIA : 11 thn, 7 thn
SEKOLAH : Kelas V (lima) & I (satu), SD Al-MUSLIM

Ass. Wr. Wb.
Selama ini Saya hanya mengetahui tentang otak hanya ada otak kanan- kiri. Dan untuk meningkatkan qualitasnya stimulus yang diberikan adalah dengan mendengarkan musik klasik, murotal, senam otak.

Saya mengetahui tentang otak tengah dari rekan kerja, Saya merasa tidak percaya tapi sangat tertarik. Untuk memenuhi rasa penasaran dan apakah betul dengan mengaktifkan otak tengah dapat memaksimalkan otak manusia bagaikan dalam dunia sulap. Saya coba brosing tentang otak tengah di internet. Setelah saya baca di internet saya jadi benar-benar tertarik. Kemudian Saya minta no telepon dan dihubungan dengan GMC waktu itu dengan Pak Trisno. Pak Trisno bersedia untuk datang ke rumah untuk mempresentasikan tentang GMC, tapi karena rekan kerja yang lain juga merasa tertarik, Saya minta Pak Trisno untuk datang ke kantor saja. Akhirnya team GMC datang ke kantor dan mempresentasikan tentang GMC oleh Pak Alfi. Ternyata banyak juga rekan-rekan kerja merasa tertarik .

Setelah sampai dirumah saya coba apa yang telah saya ketahui tentang GMC kepada anak-anak, dan saya ajak brosing juga diinternet tentang otak tengah. Mereka langsung tertarik dan ingin mengikuti aktifasi otak tengah. OK ikut, tapi sebelumya saya Tanya dulu ke anak-anak apa motifasi mereka ingin GMC? Coba dulu aja kayaknya asyik seperti Grand Master. Biasa jawaban anak-anak biasaya polos. Tapi alasan Saya untuk mengikutkan anak-anak GMC adalah Otak adalah adalah modal utama bagi mereka jika otak mereka baik maka IQ, EQ,MQ,SQ mereka juga insya Allah akan baik. Tapi sebelum mengikuti GMC Saya curhat-curhatan dulu dengan anak-anak, karena kata Pak Alfi hati anak tidak boleh terluka. Saya minta maaf dulu dengan anak-anak mungkin atau bahkan banyak dari perlakuan Saya baik sadar atau tidak pernah menyakiti mereka.
Anak-anak mengikuti GMC pada tgl 27-28 February 2010.

Hari pertama mengikuti GMC tampak lelah dan mengeluh pusing. Itu hal biasa karena otak baru diaktifasi jadi lelah danh hari ke-2 anak anak sudah tidak pusing. Sangat luar biasa dan sangat tidak percaya waktu melihat hasil setelah hari ke-2. Anak-anak bisa mewarnai, berjalan, menebak gambar, warna semuanya dengan mata tertutup. Sebenarnya hari pertama saya tidak yakin, tapi hari ke-2 pagi-pagi sebelum berangkat untuk mengikuti aktifasi hari ke-2. Anak Saya yang pertama unjuk kebolehan dengan mengurutkan nomor sesuai warnanya, saya dengan tidak yakin memang benarya bisa mengurutkan nomor sesuai warna dengan mata tertutup.

Suami Saya sebenarnya tidak percaya dengan GMC dan agak antipati. Makanya waktu diminta untuk melatih anak-anak setiap pagi tidak pernah dilakukannya. Tapi setelah seminggu pertama ketika Pak Sugi datang ke rumah untuk melihat perkembangan anak-anak, dan ngobrol dengan Pak Sugi baru Bapaknya percaya dengan kemampuan yang telah di punyai anak-anaknya. Malam itu juga Bapaknya melatih anak-anak, bahkan waktu itu Bapaknya iseng menanyakan apa yang dibeli Mbaknya di supermarket. Memang waktu itu Mbaknya sedang ijin belanja ke Supermaket. “Pak tanyanya jangan yang aneh-aneh dulu “. Tapi untuk membantunya saya minta Hafiidh untuk membayangkan sedang ada di Supermarket. Lalu dia kosentrasi dan menebak apa yang sedang dibeli oleh Mbanya. Ternya apa yang ditebaknya benar. Saya sendiri agak kaget. Kemudian Bapaknya Tanya lagi berapa uang yang ada di dompet Mbaknya, dan apa yang dilakukan sepupunya di Bandung. Lagi-lagi saya kaget ternyata jawaban dari Hafiid benar. Tapi setelah itu karena latihannya malam hari dia tidak bisa tidur semua lampu harus dimatikan dan kepalannya merasa pusing. Mungkin ini karena latihannya tidak bertahap dan terlalu dipaksakan. Setelah itu Bapaknya melatihnya setiap pagi adapun kalau malam hari hanya latihan biasa saja.

Alhamdulillah setelah 2 minggu anak-anak sudah bisa naik sepeda dengan tutup mata, mencari bahkan mengejar orang yang lari, menghafal Al-quran dengan cepat, membaca tanpa diraba dan ada beberapa intuisinya yang mulai nampak. Untuk anakku Aini bisa cepat mengerjakan PR kumonnya dengan cepat dan benar. Setiap anak setelah mengikuti GMC, Saya perhatihan mempunyai kelebihan dan perkembangan sendiri-sendiri. Hafiidh kalau tidak ditutup matanya masih agak susah untuk menebak sesuatu tapi beda dengan Aini dengan tanpa ditutup matanya dia bisa menebak walaupun dengan jarak yang mulai agak jauh dan untuk mewarnai dengan gambar yang agak sulit sudah mulai lancar.
Hasil setelah mengikuti GMC dapat Saya lihat setelah pembagian raport yang baru tanggal 27 Maret 2010 kemarrin dibagikan. Hafiidh naik 8 (delapan) peringkat sedangkan Aini naik 1 (satu) peringkat dari semester sebelumnya.
Mudah-mudahan setelah kemampuan anak-anak dapat bertambah dan berkembang kearah yang positif lagi setelah mengikuti GMC.

Wassalam


Mama
Hafiidh & Aini

alumni 10-11 April