gmc dewasa

gmc dewasa

9 tips cara mengembakan kecerdasan emosional (EQ) anak

Emotional Intelligence, atau EQ, merupakan indikator nonintelektual, yang berupa sifat psikologis individu. Jika seorang anak menunjukkan sifat suka menyendiri, perilaku yang abnormal, sulit bekerja sama, memiliki perasaan rendah diri, sangat rapuh dan tidak mampu menghadapi rintangan, sering menunjukkan ketidaksabaran, egois atau kurang memiliki kestabilan emosi, semuanya mungkin saja mengindikasikan EQ yang rendah. EQ sangat penting untuk keberhasilan hidup seseorang. Oleh karena itu, bagaimana membina dan meningkatkan EQ seorang anak menjadi masalah yang sangat penting. Hal-hal berikut ini memberikan panduan tentang cara membina EQ seorang anak.

Quote:
1. Mendidik anak-anak untuk bertahan dalam situasi sulit

Ada cerita nyata tentang sekelompok anak yang pergi ke gunung untuk piknik. Mereka tersesat dalam perjalanan pulang dan harus menghadapi malam dalam keadaan lapar, lelah dan penuh ketakutan. Mereka merasa tidak punya harapan dan malam itu dilalui dengan penuh air mata. Salah satu anak berkata sambil menangis: Tidak ada yang akan menemukan kita dan kita semua akan mati di sini. Namun, Evelyn yang berumur 11 tahun berdiri dan berkata dengan tegas: "Tidak! Saya tidak akan mati! Ayah saya mengatakan bahwa selama kita berjalan mengikuti aliran, aliran akan membawa kita ke sebuah sungai, yang pada akhirnya membawa kita ke sebuah kota kecil. Saya berencana untuk berjalan di sepanjang sungai, kalian boleh mengikuti saya jika mau. Dipimpin oleh Evelyn, mereka berhasil keluar dari hutan. Kepercayaan diri, keberanian dan tekad yang dimiliki oleh Evelyn bukanlah sifat bawaan, tetapi adalah hasil asuhan, pendidikan dan pengaruh keluarga.
Quote:
2. Menanamkan ketahanan dan pengendalian diri

Bagaimana cara melatih anak agar mampu mengendalikan diri? Misalnya, ketika anak menghabiskan uang saku mingguan lebih cepat dari yang seharusnya, orang tua dapat berkata: “Jika kamu berhasil menyimpan setengah jatah uangmu minggu ini, akan Ayah gandakan jumlah uang sakumu minggu depan.Jika kamu terbiasa menyimpan uang, walaupun itu hanya dalam jumlah kecil, kamu akan mampu membeli barang yang lebih besar.“

Hal yang sama juga berlaku bagi anak-anak saat menghadapi tantangan, seperti misalnya gagal ujian atau mendapat nilai tes yang buruk. Orangtua perlu mendorong anak-anak mereka untuk berusaha lebih keras dan tidak menyerah. Dengan kata lain, orang tua perlu mengajarkan mereka agar tahan dalam menghadapi rintangan.
Quote:
3. Menghadapi dunia luar

Karena terlalu khawatir, banyak orangtua melarang anaknya pergi ke luar sendirian. Karena hal ini, anak-anak jadi kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi dan bertemu orang baru. Ketika anak kecil melihat seseorang yang tidak ia kenal, ia mungkin akan menangis atau memilih menyendiri. Setelah tumbuh dewasa, mereka menjadi sensitif dan kurang berani untuk berbicara atau berkomunikasi dengan orang lain. Kurang percaya diri menyebabkan mereka tidak punya banyak teman. Ketika dewasa, mereka akan sulit mencapai potensi penuh yang dimiliki serta menghadapi kesulitan berurusan dengan masyarakat. Oleh karena itu, orang tua harus membantu anak-anak mereka untuk memahami dunia luar. Orang tua juga harus memberikan kesempatan berinteraksi lebih banyak untuk anak-anak yang penakut. Seorang anak yang mampu menghadapi masyarakat tanpa rasa takut juga akan lebih percaya diri saat berhadapan dengan guru dan rekan-rekannya di sekolah.
Quote:
4. Menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas dan imajinasi

Anak-anak secara bawaan dilahirkan dengan rasa ingin tahu, sehingga, secara alami anak kecil akan tertarik menyentuh sesuatu, merasakan hal-hal dan bahkan membongkar barang-barang yang ia temui. Kadang-kadang, mereka bisa saja membuat berantakan seisi rumah. Ini adalah ekspresi dari kehausan mereka akan pengetahuan dan cara yang penting bagi mereka untuk memperoleh keterampilan baru. Dengan cara ini, mereka juga berusaha untuk memahami bagaimana sesuatu bekerja. Orang tua harus dengan sabar memenuhi rasa ingin tahu anak. Ini dapat diwujudkan dengan menunjukkan bagaimana melakukan sesuatu serta menggunakan barang-barang yang mereka minati.
Quote:
5. Beri anak-anak kesempatan untuk melatih cara pikir mereka

Seorang anak laki-laki tidak bisa menaiki anak tangga karena dia terlalu kecil. Dia meminta ibunya untuk mengangkatnya. Ibunya berkata: “Kamu bisa melakukannya, coba gunakan akal dan pikirkan sejenak bagaimana melakukannya.” Kemudian, anak itu punya. ide: “ Jika saya pindahkan boks mainan saya di sini, saya dapat menggunakannya untuk pijakan”. Anak itu berpikir dan berusaha memecahkan masalah berkat nasihat ibunya. Hal ini memotivasi anak untuk menciptakan solusi. Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak pendekatan masalah yang bisa dilakukan selama kita mencurahkan waktu sejenak untuk memikirkannya.
Quote:
6. Menumbuhkan rasa percaya diri dan kemampuan untuk bangkit dari kegagalan

Seorang gadis yang adalah pesenam berbakat berumur 12 tahun berbicara dengan pelatih senam kelas atas. Alih-alih meminta dia menunjukkan keterampilan senamnya, pelatih memberikan empat anak panah kecil kepadanya. Pelatih kemudian meminta dia melemparkan anak panah pada target di seberang kantornya. Gadis kecil dengan takut bertanya: ”Bagaimana jika saya meleset?” Pelatih memberitahu dia: “Anda harus berpikir tentang sukses, bukan sebaliknya.” Gadis itu melemparkan anak panah satu demi satu dan akhirnya berhasil mengenai pusat sasaran. Ajarkan pada mereka untuk pertama-tama berpikir akan kesuksesan, dan bukan kegagalan.Rasa percaya diri dan sikap positif akan membimbing mereka menuju jalan keberhasilan. Orang-orang sukses pertama-tama percaya bahwa mereka dapat berhasil.
Quote:
7. Menangani masalah harga diri anak

Tidak dapat dipungkiri bahwa anak akan membuat kesalahan. Jangan selalu berteriak pada mereka, seperti misalnya: “Mengapa kamu tidak pernah mendengarkan!” atau “Jangan sentuh ini! Jangan sentuh itu!” Perkataan-perkataan tersebut melemahkan rasa percaya diri dan harga diri anak.

Jika mereka melakukan perbuatan nakal atau merepotkan sekali-sekali, itu bukanlah masalah yang besar. Selalu berteriak dan bereaksi dengan keras terhadap setiap hal yang anak perbuat bisa jadi lebih berbahaya dan merusak dibanding kerusakan fisik yang anda tanggung pada barang-barang anda.
Quote:
8. Lebih banyak dorongan dan dukungan

Tumbuh berkembang tidak akan pernah mulus sepanjang jalan. Akan ada tawa, air mata, frustrasi, serta kegagalan. Ketika beberapa aspirasi tidak tercapai, anak-anak membutuhkan lebih banyak dorongan dan bantuan dari Anda. Jangan ikut menurunkan semangat mereka. Jaga agar mereka senantiasa merasa terdukung. Mimpi adalah bahan bakar yang memotivasi kesuksesan.
Quote:
9. Tanamkan rasa hormat pada orang lain, kerjasama dan semangat kerja tim

Masyarakat adalah kelompok kolektif dan semuanya berlangsung melalui hubungan antarindividu. Itulah sebabnya kita perlu belajar untuk berkomunikasi dengan semua orang dan saling melengkapi keunggulan satu sama lain. Orang tua harus mengajarkan anak-anak mereka apa itu kerjasama yang baik. Dengan mengajarkan mereka untuk menghormati orang lain dan bekerja sama dengan orang-orang yang memiliki pendapat berbeda, mereka dapat memiliki hubungan interpersonal yang lebih harmonis.

Keadaan emosional terbaik untuk anak-anak adalah kondisi yang penuh dengan kebahagiaan dan antusiasme. Ini adalah suatu keadaan di mana mereka memiliki hubungan interpersonal yang harmonis. Pada keadaan ini, mereka mengembangkan semua potensi mereka, menempatkan semua keterampilan dan bakat untuk digunakan secara penuh.

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8543502

Kualitas Anak Kita Adalah Buah Dari Hasil Asuhan Kita

Kualitas dan sikap anak-anak kita adalah buah dari model pengasuhan dan pendidikan yang kita terapkan sehari-hari di rumah. Walaupun kita semua pasti mencintai anak-anak kita, tetapi pada prakteknya apa yang kita lakukan secara praktis kepada anak-anak kita terkadang bukan seperti yang kita niatkan. Niat kita baik, tapi tak jarang apa yang kita ucapkan dan sikapkan kepada anak tanpa sengaja merupakan sebuah hal yang buruk dan mempengaruhi perkembangan kejiwaannya.

Daripada terus mengeluh, menyalahkan anak, atau menyalahkan lingkungan; lebih baik kita melakukan refleksi atas apa-apa yang sudah (bukan sekedar harapan) kita pada anak-anak kita. Dalam refleksi itu, ada baiknya kita mengambil inspirasi kembali dari Dorothy Low Noite (“Children Learn What They Live With”). Thanks Dorothy, it’s so inspiring…

Jika anak banyak dicela, ia akan terbiasa menyalahkan..
Jika anak banyak dimusuhi, ia belajar menjadi pemberontak..
Jika anak hidup dalam ketakutan, ia selalu merasa cemas dalam hidupnya..
Jika anak sering dikasihani, ia belajar meratapi nasibnya..
Jika anak dibesarkan dalam olok-olok, ia akan menjadi seorang pemalu..
Jika anak dikelilingi rasa iri, ia tak akan puas dengan apapun yang dimilikinya..

Jika anak dibesarkan dalam pengertian, ia akan tumbuh menjadi penyabar..
Jika anak senantiasa diberi dorongan, ia akan berkembang dengan percaya diri..
Jika anak dipuji, ia akan terbiasa menghargai orang lain..
Jika anak diterima dalam lingkungannya, ia akan belajar menyayangi..
Jika anak tidak banyak dipersalahkan, ia akan senang menjadi diri sendiri..
Jika anak dibesarkan dalam kejujuran, ia akan terbisa melihat kebenaran..
Jika anak ditimang tanpa berat sebelah, ia akan besar dalam nilai keadilan..
Jika anak dibesarkan dalam rasa aman, dia akan mengandalkan diri dan mempercayai orang lain..
Jika anak tumbuh dalam keramahan, ia akan melihat bahwa dunia itu sungguh indah..

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8367928

Tips Menumbuhkan Minat Baca Anak

Membaca adalah salah satu kebiasaan yang perlu "ditanamkan" pada diri anak-anak. Namun, tidak sedikit orang tua yang mengeluh sulitnya membuat anaknya benar-benar gemar membaca. Kebanyakan anak lebih menikmati sajian televisi daripada membaca buku. Padahal sebagai orang tua tentu kita paham bahwa televisi lebih banyak menyajikan tayangan yang bersifat hiburan semata. Sangat minim tayangan televisi yang menampilkan sisi edukasi.

Sejalan dengan pendapat David Shenk, "Buku/ membaca adalah kebalikan dari menonton/ televisi. Buku memang lambat, namun menarik hati, menginspirasi, mengasah otak, dan menumbuhkan kreativitas."

Nah, pertanyaannya bagaimana cara menumbuhkan minat baca Anak? Di bukunya berjudul "Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini", Masri Sareb menawarkan 8 tips. Ya, 8 tips yang layak untuk kita coba! Apa saja 8 tips tersebut? Ini dia:
Membacakan Cerita Pada Si Jabang
Kebiasaan membacakan buku bermutu pada bayi yang masih dalam kandungan memberi pengaruh positif pada tingkat kecerdasannya. Seperti halnya menperdengarkan musik klasik.
Membacakan Cerita Sebelum Tidur
Tips ini dapat merangsang anak untuk terbiasa dengan buku. Selain itu juga sebagai wujud nyata orang tua memberi teladan cinta buku.
Rekreasi ke Toko Buku atau Taman Bacaan
Rekreasi bukan hanya ke pantai, mall, atau tempat-tempat wisata lainnya. Toko buku dan perpustakaan juga bisa menjadi tempat untuk berekreasi.
Biasakan Memberi Kado Buku
Anak sedang ulang tahun, naik kelas, juara kelas? Saat memberi kado istimewa! Buku bacaan kesukaannya.
Menugaskan Anak Meringkas Bacaan
Meringkas bacaan berarti mendorong anak untuk membaca bahan bacaan yang akan diringkas. Ini adalah tips jitu sekedar "memerintah" anak untuk membaca bahan bacaan tersebut.
Membuat Soal dari Bacaan
Menjawab soal-soal yang jawabannya "menuntut" anak membaca. Ini juga tips jitu yang lain, selain meringkas.
Membiasakan Siswa yang Lulus Memberi Buku Sebagai Kenang-kenangan
Memberi kenang-kenangan buku kepada sekolah yang akan ditinggalkan mendorong anak mengetahui buku yang belum ada di perpustakaan sekolah. Mungkin si anak tidak sempat membaca semua buku yang ada di perpustakaan sekolah, namun setidaknya dia akan melihat buku atau daftar buku yang ada.
Cinta Buku Berawal dari Pangkuan Ibu
Peran orang tua sangat berpengaruh pada "budaya" si anak! Kuncinya pada teladan. Bagaimana si anak dapat melihat dan merasakan ayah dan ibunya mencintai buku. Kemudian si anak akan meniru kebiasaan yang dilihat dan dirasakannya itu.

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8418060

Mempererat Hubungan Ayah dan Anak

Seorang ayah akan lebih baik banyak menghabiskan waktunya dengan pekerjaan dan kariernya. Terkadang hal tersebut membuat mereka kehilangan ikatan dengan anak-anak mereka. Kurangnya waktu untuk dihabiskan bersama anak menjadi salah satu faktor utama melonggarnya ikatan ayah dan anak, padahal kehadiran dan sentuhan Anda memegang peran penting dalam hubungan orang tua dan anak.

Anak-anak memiliki perasaan yang peka dan sensitive. Ia akan merasakan jika anda tidak mendengarkan omongannya atau anda tidak sungguh-sungguh mendengarkan ceritanya. Salah satu hal yang banyak di keluhkan anak-anak dari ayah mereka yaitu meski ayah ada di dekat mereka secara fisik, namun kenyataannya pikiran dan hati ayahnya tak ada bersama mereka.

Berikut beberapa tips yang bisa membantu anda mempererat hubungan emosional Anda dengan anak Anda:
Buat jadwal waktu luang dengan si kecil. Buatlah jadwal khusus yang bisa Anda habiskan dengan anak Anda, misalnya saat weekend. Penuhilah jadwal tersebut. Kalau perlu, masukkan dalam agenda harian Anda. Pastikan pada hari itu Anda sudah tidak memiliki kewajiban lain dengan pekerjaan. Jika memang tiba-tiba Anda harus mengerjakan sesuatu, buatlah pekerjaan itu menunggu, dan pastikan anak anda adalah prioritas Anda hari itu.
Singkirkan gangguan. Matikan handphone dan internet saat Anda sedang menghabiskan waktu bersama si kecil. Pusatkan perhatian anda pada si kecil.
Fokus pada momen. Sering kali, otak Anda sulit berpaling dari to-do-list pekerjaan anda. Namun Anda harus berupaya untuk berlatih fokus dan berada bersama anak anda secara mental. Saat Anda tiba-tiba teringat pekerjaan dan mulai berpikir mengapa harus menghabiskan waktu dengan anak Anda padahal ada yang harus Anda kerjakan, alihkan perhatian itu segera ke momen yang sedang anda lakukan dengan si kecil. Jika anda mau melatih pikiran ini, maka hal tersebut akan menjadi kebiasaan anda, bahkan momen ini akan bisa anda nikmati.
Perhatikan kebutuhan anak. Terkadang, hal-hal yang menurut Anda tidak penting ternyata merupakan hal yang penting bagi anak. Oleh sebab itu, ada baiknya Anda lebih memperhatikan keinginan anak. Dengarkan setiap ucapannya. Sekecil apapun hal tersebut menurut Anda, itu merupakan keinginan penting si kecil.
Tunjukkan perasaan Anda. Sebagai orang tua terkadang kita takut untuk menunjukan perasaan kita pada anak. Hal tersebut menjadi kelemahan bagi setiap orang tua. Padahal, sikap yang demikian justru membuat Anda jauh secara emosional dari anak. Sentuhan memegang peranan penting dalam hubungan orang tua dan anak. Ungkapan rasa sayang dari mulut Anda akan lebih bermakna jika diiringi dengan pelukan hangat untuk si kecil. Jadi, jangan malu untuk menunjukan perasaan Anda.

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8222319

Kasih Sayang Menunjang Kecerdasan Bayi

Kasih Sayang Menunjang Kecerdasan Bayi

Ingatkah anda pada saat anda menghadapi ujian di sekolah. Suasana hati sangat mempengaruhi semangat kita belajar. Bila suasana hati kita sedang baik dan bahagia, maka kita akan lebih bersemangat dalam belajar, sehingga apa yang kita pelajari lebih mudah diserap oleh otak. Lalu apa hubungannya dengan kasih sayang dari orang tua kepada bayi dengan kecerdasan bayi.

Bayi masih sangat membutuhkan kasih sayang orang tua. Dengan kasih sayang yang diberikan dari orang tua kepada bayi, maka bayi akan merasakan kedamaian. Hatinya yang masih sangat sensitive akan lebih mudah menerima pelajaran dan pengalaman hidup yang baru bila bayi merasakan kedamaian dan kebahagiaan. Tentunya, hal ini juga akan sangat mempengaruhi perkembangan otak atau kecerdasan anak. Lalu apa kiat-kiat kita sebagai orang tua, supaya buah hati kita terpenuhi kebutuhan kasih sayangnya dan tentu saja supaya buah hati kita bisa menjadi anak yang cerdas di kemudian hari.

1. Ciuman, pelukan, dan belaian.

Seorang psikolog mengatakan bahwa ciuman, pelukan, dan belaian adalah bentuk penghargaan terhadap anak. Dengan begitu, dia akan merasa sangat dihargai oleh orang tuanya, dan memacunya untuk melakukan hal positif. Menangis, adalah salah satu cara bayi untuk mendapatkan perhatian. Nah… Bila kebutuhan akan kasih sayang dan perhatian seorang bayi telah terpenuhi, maka sang bayi pun tidak akan mudah menangis.

2. Pujian

Sebagai orang dewasa, kita sering membaca buku-buku motivasi atau menyaksikan acara-acara TV atau seminar-seminar tentang motivasi. Bayi tentu belum membutuhkan buku-buku atau nonton acara-acara yang berbau motivasi. Namun satu hal yang sama-sama dibutuhkan setiap manusia segala usia adalah motivasi. Agar bayi semakin termotivasi untuk belajar, berikanlah pujian-pujian dengan apa yang telah dia lakukan. Pujian sangat berarti agar dia bisa mengembangkan diri . Misalnya, pada awalnya bayi hanya memainkan kertas dengan cara meremas-remasnya. Kita bisa mengatakan,”Duh… Pinter banget anak mama, bisa bikn bola dari kertas.” Dengan pujian-pujian yang kita berikan dan dibarengi dengan bimbingan dari kita, lama-lama sang anak pasti bisa membuat kerajinan tangan dari kertas yang lebih baik lagi. Misalnya membuat pesawat, burung, dan lain-lain.

3. Hindari larangan

Bila sang bayi mulai melakukan hal-hal yang tidak baik, misalnya membuang sampah sembarangan, hindarilah melarang anak melakukannya, Kita bisa menggantikannya dengan kata-kata yang lembut dan mendidik. Misalnya,”Sayang…. Kalau buang sampah bukan di sana. Tapi di sini. Ini namanya tempat sampah.” Bila perlu anda mengambil tempat sampah anda, dan membawanya lebih dekat kepada anak, supaya dia bisa belajar cara membuang sampah yang baik. Coba anda bayangakan, bila anda hanya mengatakan,”Jangan buang sampah sembarangan!” Lalu anda sendiri yang mengambil sampah tersebut dan membuangnya. Pelajaran apa yang didapat dari sang bayi? Tidak ada. Hanya rasa takut.

4. Ajak bicara dengan suara lembut

Meski bayi belum menguasai banyak kosa kata, jangan pernah berhenti mengajaknya berbicara. Tentu saja dengan suara yang lembut dan penuh ekspresi. Coba anda perhatikan anak-anak yang cerdas yang pernah ditampilkan di TV, mereka berbicara dengan penuh ekspresi dan intonasi yang baik. Hal ini tentu sangat berhubungan dengan pengajaran yang diberikan oleh kedua orang tua mereka dalam kehidupan sehari-hari. Suara orang tua, terutama suara seorang Mama, adalah suara favorit buah hati anda yang pasti akan ditirukan oleh buah hati anda. Maka, sebaiknya hindari kata-kata dan intonasi yang kasar, karena bukan hal yang tidak mungkin bila buah hati anda akan menirukannya.

5. Cerdas Memberikan Tanggapan

Kita tentu ingin buah hati kita menjadi anak yang cerdas. Maka kita pun harus menjadi orang tua yang cerdas. Bukan hanya cerdas dalam pengetahuan yang bisa kita dapatkan dari berbagai media, namun juga cerdas dalam menanggapi kebutuhan anak. Agar kita bisa menjadi orang tua yang cerdas dalam menanggapi kebutuhan anak, maka kita perlu memahami buah hati kita. Agar kita bisa memahami apa yang menjadi kebutuhan buah hati kita, dan kapan buah hati kita membutuhkannya, tentu membutuhkan sebuah hubungan emosional yang baik, karena bayi belum dapat berbicara dengan jelas. Dan agar hubungan emosional itu bisa terjalin dengan baik, buah hati anda sangat membutuhkan waktu anda bersamanya. Hal ini sangat penting, agar buah hati kita bisa mudah menjalin hubungan dengan orang lain (hubungan social). Karena nantinya pelajaran dan pengalaman yang didapat dari buah hati anda tidak hanya melalui orang tua, namun juga orang lain.

6. Menjadi Teladan

Seorang anak belajar dari berbagai macam indra. Salah satunya adalah melalui indra penglihatan. Maka jadilah teladan yang baik dari buah hati anda. Apa yang selama ini anda ajarkan haruslah sesuai dengan apa yang dilihatnya. Bila anda rajin merapikan tempat tidur anda, maka anda pun telah mendidik buah hati anda untuk bisa menjaga kebersihan.

7. Pentingnya berpetualang

Berpetualang dalam hal ini tentu saja bukan dengan mengajak buah hati kita pergi mendaki gunung atau mengarungi samudara. Namun anda bisa melakukannya di lingkungan terdekat anda. Hal ini sangat penting agar buah hati kita tidak hanya belajar dari satu lingkungan saja (di dalam rumah), atau tidak hanya jalan-jalan di mall. Anda bisa mengajak buah hati anda untuk jalan-jalan di pagi hari (agar buah hati anda bisa merasakan kesejukan yang alami / tidak dari AC dan mendapatkan sinar ultraviolet dari matahari yang mengandung vitamin D, mengajaknya pergai ke taman (agar bisa mengenal berbagai macam tumbuhan), mengajaknya mengikuti acara-acara keagamaan, mengajaknya berenang (tentu dengan penjagaan dari orang tua), dan masih banyak hal lagi. Hal ini sangat penting, agar buah hati anda terlatih untuk bisa menyesuaikan diri di segala suasana dan cuaca.

8. Permainan Yang Edukatif

Banyak sekali mainan yang bisa kita temukan di toko maianan. Usahakan untuk memilih mainan yang mendidik, yang bisa membuat anak belajar melalui indra penglihatan, pendengaran, dan perasa, dan pengacap(beskata-kata), agar anak bisa memiliki kecardasan majemuk melalui pembelajaran dari semua indra yang dimiliki. Dalam hal ini, memang sangat membutuhkan kreatifitas anda sebagai orang tua. Karena dengan sebuah bola berwarna merah pun, anda bisa melatih buah hati anda tentang bentuk (dengan mengucapkan, meraba, dan melihat), warna (dengan melihat, mendengar, dan mengucapkannya), dan manfaat-manfaat lainnya.

9. Membacakan Dongeng

Bacakan buku dongeng yang bergambar dan berwarna. Untuk ukuran bayi, tidak perlu cerita yang menarik dan rumit. Karena yang terpenting adalah gambar yang menarik, dan dari segi cerita, andalah yang bisa membuatnya menjadi menarik. Gambar seekor burung pun bisa menjadi sesuatu yang menarik, bila dituturkan dengan cara yang menarik (intonasi yang baik, mengajak berinteraksi, suara yang jelas, dan pengembangan cerita yang baik). Misalnya dengan bertanya,”Burung kalau terbang di mana?” Lalu anda bisa bercerita,”Di ebuah daerah yang bernama Papua, ada seekor burung yang indah, namanya burung cendrawasi. Eh… Ada juga lho burung yang pinter niruin suara orang. Namanya burung Kakak Tua. Hayoo… Burung apa tadi namanya?” Ayo orang tua, kembangkan imajinasi anda untuk mencerdaskan buah hati anda.

10. Mendengarkan musik

Hampir setiap insane di dunia ini menggemari musik. Dengan berbagai macam manfaatnya, setiap orang cenderung membutuhkan musik (saat menulis artikel ini pun saya mendengarkan musik). Begitu juga dengan buah hati anda. Mereka sangat membutuhkan musik, bukan hanya untuk meninabobokkan buah hati anda, namun secara tidak langsung, musik juga bisa membawa efek positif bagi otak kanan dan kiri bayi. Dengan mendengarkan musik proses belajar yang dilakukan buah hati anda pun, akan menjadi lebih mudah. Akan lebih baik lagi bila musiik-musik tersebut mengandung nilai moral dan pendidikan. Seperti lagu saya yang berjudul BERSABAR, SIKAT GIGI, TEMAN DI MANA-MANA, JADILAH SAHABAT, KEBUNKU, HOME SWEET HOME, dll. Jadi tidak hanya suami atau istri anda yang membutuhkan musik untuk membangun suasana yang romantis. Buah hati anda pun butuh suasana yang romantis bersama anda, orang tua, untuk mereka bisa merasakan kedamaian saat belajar.

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6232000

Tips Agar Bayi Tidur Lelap

Mengapa Bayi Anda Gelisah dan Susah Tidur?

Menimang bayi agar lebih cepat tidur di malam hari memang gampang-gampang susah. Apalagi Anda adalah wanita yang baru saja menjadi seorang ibu. Pasti kewalahan saat menghadapi tingkah polah bayi saat mulai mengantuk dan ingin tidur.

Tanda-tanda bayi yang telah lelah dan ingin tidur, biasanya menunjukkan tanda seperti menangis, terlihat gelisah dan masih banyak tingkah polah lainnya.

Agar mereka bisa tidur lelap ada baiknya Anda perhatikan kondisi lingkungan setempat dan perhatikan posisi saat meletakkan bayi. Berikut adalah beberapa cara agar bayi Anda bisa tidur dengan pulas.

Terapkan kebiasaan rutin

Bayi sering mengubah pola tidur dan bangun tanpa pemberitahuan. Untuk mengetahui kapan si kecil bangun dan kapan si kecil akan tidur sebaiknya Anda membiasakan diri membuat pengaturan rutin untuk si kecil.

Pilih waktu tidur yang pas untuk bayi, dan pilih waktu yang pas untuk bayi bermain. Jika sudah terbiasa, maka ini akan menjadi kebiasaan rutin si kecil. Jadi masalah gelisah dan tangisan bayi akibat kantuk bukan masalah lagi buat Anda.

Redam suasana bising

Setiap rumah memiliki suara-suara alam dan suara bising akibat kegiatan yang dilakukan banyak orang. Suara televisi juga bisa mengganggu tidur si kecil. Sebelum meninabobokkan si kecil, sebaiknya nyalakan kipas angin atau suara-suara yang bisa menghasilkan nada tetap. Ini bisa membantu meredam kebisingan, sehingga bayi tidak merasa tidurnya terganggu.

Cahaya

Sebuah ruangan yang gelap bisa memberikan sinyal rasa kantuk buat si kecil. Sebab sinar dari lampu bisa merangsang bayi. Jadi pilih cahaya yang remang-remang pada malam hari atau bisa juga matikan lampu saat meninabobokkan si kecil.

Suhu

Memperhatikan suhu kamar anak-anak juga penting. Petrimbangkan pakaian apa yang pas digunakan pada bayi saat tertidur. Jika cuaca sedang hujan, membalut bayi dengan selimut tebal dan baju tebal bisa memberikan kehangatan.

Sebab, suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin bisa mengganggu pola tidur bayi Anda. Udara kering di ruang bayi juga dapat menyebabkan kesulitan bagi bayi untuk memejamkan mata.

Bedong
Banyak bayi yang baru lahir tidur lebih nyaman ketika mereka dibungkus dengan kain atau biasa disebut dengan bedong. Selain memberi kehangatan bedong bayi juga bisa mengurangi gerakan yang bisa mengganggu tidurnya.

Untuk meberikan rasa aman dan nyaman si kecil, kain bedong khusus bisa Anda dapatkan di toko perlengkapan bayi. Dengan kain khusus, membungkus bayi akan menjadi pekerjaan mudah.

Menimang atau menggoyang-goyangkan bayi

Goyangan santai bisa menenangkan dia tidur. Jika malas menggendong, kursi goyang yang nyaman di kamar bayi akan membuat proses tidur lebih mudah bagi Anda. Seorang bayi mungkin lebih suka untuk ditimang dengan kain gendongan sambil berdiri. Cobalah berbagai posisi dan metode goyang untuk menemukan teknik yang terbaik bagi bayi Anda.

Atmosfer yang tenang

Orangtua perlu kesabaran ketika berhadapan dengan bayi yang tidak mau tidur. Sesulit mungkin, tetap tenang yang terbaik bagi Anda dan bayi Anda. Bayi Anda akan merasakan stres jika Anda marah. Dia mungkin akan lebih sulit tidur, dan makin membuat Anda lebih stres.

Menyanyikan lagu ninabobo yang tenang untuk membantu Anda berdua tetap tenang dan menciptakan lingkungan yang menenangkan adalah cara terbaik. Atau latihan teknik pernapasan untuk tetap tenang.

Cosleeping

Cosleeping adalah suatu pilihan untuk beberapa keluarga. Cosleeping adalah praktek tidur di dekat bayi Anda, baik di ranjang yang sama atau dengan bayi di boks khusus yang melekat pada tempat tidur. Bayi merasa aman, dan dapat membantu mereka lebih mudah tertidur.

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8387621

4 Kesalahan ORTU terhadap anak

Sebagai seorang ibu, multitasking atau melakukan beberapa rutinitas dalam satu waktu adalah kelebihan yang kita punya. Tetapi pernahkah kita menyadari, apakah rutinitas yang kita lakukan sudah benar atau belum? Coba telisik bersama, siapa tahu ada kebiasaan multitasking kita yang harus perbaiki.

1. Berbagi tempat tidur dengan anak. Ketika anak-anak masih bayi, menyusui dan mengganti popok lebih mudah dilakukan saat mereka tidur di samping kita. Terlebih di malam hari, kita tak perlu benar-benar terbangun untuk memenuhi panggilan bayi tersayang. Tetapi ternyata rutinitas ini bisa memberi risiko pada bayi kita.

Di Amerika Serikat, kecenderungan berbagi tempat tidur dengan anak mengalami peningkatan. Jika pada 1993 persentasenya hanya 5,5 persen, pada tahun 2000 persentasenya melonjak hingga 12,8 persen. Ini adalah data yang dikeluarkan National Infant Sleep Position Study.

Menurut St. Louis University, bayi yang tidur bersama orang tuanya 40 kali lebih sering mengalami cegukan dibanding yang tidak. Mengapa? Posisi menyusui di tempat tidur membuat bayi tidak nyaman, hingga kemudian membuat buah hati kita tersedak.

Itu mengapa, sebaiknya letakkan keranjang tidur bayi di samping tempat tidur kita. Setiap kali tiba waktu menyusui di malam hari, pilihlah tempat duduk yang nyaman. Kenyamanan akan menguntungkan kita dan bayi. Posisi menyusui yang tepat akan membuat bayi menyusui tanpa tersedak, plus kita tak merasa pegal jika menyusui memakan waktu lama.

2. Membuat anak tidur dengan bantuan sebotol susu atau jus. Ini adalah undangan terbuka bagi bakteri untuk menetap di gigi anak kita, ucap Michael Ignelzi, dokter gigi yang juga juru bicara American Academy of Pediatric Dentistry. Bakteri yang menempel pada gigi sepanjang mereka tidur akan membuat anak kita mengalami sindroma karies botol. Sindrom ini akan membuat gigi bayi kita cepat keropos.

Pada kasus yang sangat ekstrim, Igelzi bercerita, pernah memasang crown atau pelindung gigi pada anak yang masih berumur 23 bulan. Tak tanggung-tanggung, jumlah pelindung gigi yang dipasang adalah 4 buah. “Sebabnya, anak ini selalu tertidur dalam keadaan minum susu atau jus setiap malamnya. Jadi ingatlah untuk membersihkan gusi bayi dengan kapas basah setiap malamnya, sedangkan pada anak yang sudah lebih besar sikat gigi adalah solusinya, terlebih setiap kali habis minum susu atau jus. Sebab kandungan asam di dalam kedua minuman adalah makanan kesukaan bakteri.

3. Membiarkan balita kita menonton acara “smart baby”. Pernahkah kita berpikir bahwa sebenarnya kita memanfaatkan acara televisi atau DVD yang katanya cocok bagi bayi sebagai electronic babysitter? Sebab bayi kita akan menjadi tenang dan kita bisa melakukan pekerjaan yang lain.

Tetapi penelitian yang dilakukan University of Washington menyebutkan, setiap satu jam yang dihabiskan balita dengan menonton acara televisi atau DVD membuat mereka kehilangan 6-8 kata. Sedangkan pada balita yang tak menonton acara sejenis, kemampuan mereka mengingat kata baru lebih baik. Plus, penelitian ini juga menambahkan bahwa televisi dan DVD membuat anak tidak akrab dengan orang tuanya.

Coba ganti acara menonton televisi atau DVD dengan bermain bersama anak. Mulai dari bernyanyi bersama, menggambar, mewarnai, atau bercerita. Bahkan universitas itu juga menyebutkan, hanya dengan bermain blocks bersama balita, mereka jadi mampu mengingat kata baru 15 persen lebih cepat dibanding yang tidak.

4. Menaruh anak di kereta belanja supermarket. Kereta belanja supermarket memang terlihat tidak berbahaya. Tetapi Amerika Serikat mencatat, setiap tahunnya ada sekitar 20.000 anak yang terpaksa masuk unit gawat darurat rumah sakit karena mereka terjatuh dari kereta tersebut.

Kemampuan anak untuk menjaga keseimbangan sangat kecil, sebab mereka baru hanya bisa menahan daya tarik bumi dari dada hingga kepala. Jadi ketika mereka hendak mengambil sesuatu yang berada di bawah kepala mereka, anak-anak akan sulit sekali menahan gravitasi bumi hingga akhirnya terjatuh. Lebih baik gunakan kereta dorong khusus anak-anak setiap kali kita mengajak mereka berbelanja bulanan.

7 Alasan Mengapa Melakukan Perjalanan dengan Anak

Sementara hidup, bekerja dan bersekolah dapat digabungkan mejadi sebuah kebersamaan, menjauh dari rutinitas tersebut dapat menjadikan keluarga sebagai sebuah team bagi keluarga anda. Anda bersama-sama dalam perahu, kapal, kereta, mobil, tenda dan menegosiasikan semua kebutuhan dalam perjalanan tersebut merupakan peluang menemui cara baru untuk saling mengenal diantara keluarga anda.

Berikut terdapat 7 alasan mengapa anda melakukan perjalanan / travelling bersama anak anda itu merupakan ide yang cerdas :

1. Mereka akan melihat berbagai macam hal di dunia nyata.

Gambar berikut film pada televisi dan internet dapat menimbulkan ide pada anak. Tetapi tidak akan memberikan pengaruh yang banyak terhadap anak-anak jika hanya melihatnya dari media tersebut . Kita tentunya tidak akan memahami seberapa besarnya Candi Borobudur jika kita tidak mengunjungi langsung ke lokasi tersebut.

Bahkan jika anak anda melihat objek dengan tidak berkata sesuatu, mereka akan mengenang perjalanan tersebut sewaktu anda mengajaknya kesana. Dan ketika mereka tumbuh besar mereka akan mengingat / mengenangnya dengan penuh harapan.


2. Akan memelihara dan merawat keutuhan cinta dalam keluarga.

Ketika di rumah anda terjebak dalam rutinitas. Kebiasaan bekerja dan sekolah dapat meredupkan indera perasaan dan interaksi dalam keluarga, dan juga memungkinkan menimbulkan karat pada diri anda dan keluarga yaitu ketika anda tidak merasa ingin tahu mengenai diri anda dan keluarga.

Dalam sebuah artikel di National Geographic, memperkenalkan bagaimana aktivitas berbagi novel dapat menjadikan cinta itu lebih hidup dan lebih segar.

Artikel tersebut mengenai cinta romantis, perasaan yang di eksplorasi dan berubah-ubah juga dapat di bagi bersama-anak anda sehingga membuat semuanya menjadi lebih dekat.
Sirami kasih untuk keluarga anda dengan berbagi pengalaman baru.


3. Perjalanan akan menawarkan suatu jawaban baru bagi pertanyaan, “mengapa?”

Apakah anda tidak ingin mengetahui jawaban untuk sebuah pertanyaan mengapa pada suku badui dalam sangat tidak ingin bersosialisasi dengan dunia luar, dan mengapa alat elektronik seperti halnya Handphone itu dilarang untuk di pergunakan di area tersebut?

Merangsang rasa keingintahuan pada anak anda juga dapat merangsang keingintahuan anda.


4. Anda akan belajar mengenai memahami satu sama lain.

Anda sepertinya mengenal anak anda lebih baik di bandingkan dengan lainnya. Tetapi tidak kah anda akan merasa terkejut ketika anak lelaki ikut menggoyangkan badannya bersama para penari Reog Ponorogo dibandingkan dengan penari “breakdance”.

Akankah rasa keingintahuan anda terhadap putri anda, bahwa dia akan tersinggung ketika anda memperhatikan dia tidak memilah-milah masakan daerah yang tercampur dengan serangga.

Menjadi terbuka kepada reaksi anak-anak terhadap rangsangan baru mungkin akan mengajarkan anda kepada mereka mengenai beberapa pengembangan kepribadian (Development Personalities).


5. Perjalanan / traveling akan menawarkan peluang keluar dari “Colokan”

Anda cemburu terhadap anak-anak anda. Mereka tidak tahu apa yang akan di gunakan untuk hal seperti ini dan itu dalam perjalanan. Mereka tidak memiliki konsep mengenai hidup tanpa televisi kabel, internet dan gadget modern.

Selain menyenangkan, perjalanan seringkali di artikan dalam pengalaman pencabutan atau sebuah penanaman, setidaknya menunggu sebuah permainan. Tidak ada cara yang lebih baik untuk tercabut dari kenyamanan modern yaitu dengan menghidupkan rasa permainan lama yang menyenangkan yang tidak ada sangkut pautnya dengan pemikiran para programmer (perekayasa gadget, internet, televisi dll).

Usir semua kartu (modern gadged) atau panggil semua peraturan dan permainan lama anda.


6. Anda akan melakukan perjalanan yang menggugah semangat.

Perjalanan merupakan salah satu cara terbaik untuk membuka pikiran anak-anak mengenai dunia nyata. Menyuapi rasa keingintahuan anak melalui perjalanan membuka kemungkinan mereka untuk mengerti bahasa lain dan cara hidup yang alami di daerah tersebut, itu semua akan menginspirasikan mereka dalam hidup saat ini maupun yang akan datang.

Ketika anak anda melihat atau menghadapi sebuah aplikasi praktis bahasa daerah yang pernah di kunjunginya, maka dia akan memberikan perhatian lebih, atau bahkan berkhayal / bermimpi mengenai hari-hari di saat dia pernah mengunjungi lokasi tersebut.


7. Mereka akan memperlajari mengenai improvisasi dan keterampilan hidup.

Ketika anak anda melihat anda sedang menyalakan api dengan menggunakan kayu yang basah pada malam yang dingin atau memperhatikan anda bernegosiasi dengan supir taxi di bali dengan menggunakan bahasa bali yang tidak fasih. Anda telah memberikan contoh yang baik bagi anak anda.

Belajar bagaimana cara orang dewasa mencari jalan keluar dalam kondisi yang sulit adalah pelajaran yang sangat berharga bagi mereka dalam berimprovisasi dan berpikir kritis dan ini sering kali sulit di gali pada anak-anak.

Dengan memberikan contoh yang baik kepada anak anda, berarti anda telah memberikan mereka peluang untuk meningkatkan rasa kagum dan perilaku baik pada pengasuh mereka, tentunya anda sebagai orangtuanya.
Ketika anak anda memperhatikan anda berencana pindah dari rencana A ke rencana B kemudian ke rencana C hanya untuk menyediakan makan malam, putri anda akan belajar mengenai negosiasi dan kegigihan.

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8248770

tips memperkaya bahasa bayi

Meskipun usianya masih bayi, tetapi soal pengayaan bahasa tetaplah bisa dilakukan.

Berikut tips untuk menambah kecerdasan bayi dengan memperkaya bahasanya:


1. Lihat dan bicarakan buku bergambar bersama-sama

Pilihlah buku-buku yang merangsang dan mendorong bayi mengingat nama-nama dengan menunjuk gambar dan mengatakan “apa ini?” Bila perlu, saat menunjukkan gambar benda di buku sambil menunjuk benda aslinya, misal gelas.

2. Perluaslah kata-kata dan gerak isyarat menjadi sebuah ide

Jika si kecil menunjuk seekor burung sambil bertanya, jawablah, “itu namanya burung.” Tambahkan pula, “burung terbang di langit.” Beri nama sebanyak mungkin pada benda atau orang sambil menambahkan keterangan supaya ia semakin terbiasa mendengar dan mencoba memahami.

3. Lakukan permainan kata-kata dan menyayikan lagu dengan menggunkan gaya

Pelajaran bahasa jadi lebih menyenangkan dengan lagu dan gaya. Ajarkan lagu seperti “topi saya bundar” atau “dua mata saya” dan sebagainya, diharapkan bayi akan mempelajari dengan cepat.

4. Bicarakan tindakan yang sedang anda lakukan

Setelah memberitahukan ke si kecil tentang tahapan penggantian popok atau memandikan, teruskan obrolannya, misal “Sekarang kita angkat tangan ade. Sekarang kita basuh tangan ade….” dan seterusnya.

5. Berbicara dengan bayi dalam kalimat tanya

Anak anda sepertinya menikmati nada dan intonasi suara ketika anda atau orang di dekatnya mengajukan pertanyaan. Kalimat tanya menandakan bahwa anda menerima tanggapan darinya, dan dia biasanya menjawabnya.

6. Beri pilihan kepada buah hati

Misal, “Rina, kamu mau apel atau jeruk?” Hal ini akan mendorongnya untuk menjawab dan merangsang untuk mengambil keputusan, selain mengingatkan untuk membedakan dua buah benda.

7. Lakukan kontak mata dan sebut bayi anda dengan namanya

Kontak mata bermanfaat untuk mempertahankan perhatiannya, dan memanggil namanya mengajarkan padanya untuk menggunakan nama ketika berbicara dengan orang lain.

8. Perbaiki ucapan bayi dengan tenang

Tujuan utama dari bahasa anak bayi adalah untuk mengkomunikasikan ide, bukan kata-kata. Adalah penting bagi anak batita untuk berbicara dalam bahasa bayi dan bereksperimen dengan suaranya tanpa campur tangan pihak lain untuk menyempurnakan. Bila anda merasa bayi anda memiliki masalah dengan kata-kata tertentu, anda harus berusaha untuk seringkali mengulang suara itu, dan tingkatkan motivasi anak anda untuk menirukan

tamban :

1. Dapatkan perhatiannya
Usahakan orang tua berjongkok dan biarkan anak berdiri agar posisi sejajar, sehingga orang tua bisa melihat mata anak dan mendapatkan perhatiannya. Anak akan mendengarkan lebih baik lagi jika orang tua duduk disampingnya saat sarapan dan membicarakan hal yang ingin disampaikan ke anak.

2. Jelas dan langsung pada inti
Pesan yang ingin disampaikan orang tua ke anaknya harus jelas, sederhana dan tidak otoriter. Anak akan merasa bosan jika orang tua selalu membahas hal yang sama berulang-ulang dan terlalu panjang, sehingga anak tidak menangkap maksud dari omongan orang tua.

Misalnya jika udara di luar sangat dingin cukup katakan "Saatnya menggunakan jaket, sayang", hal ini akan lebih efektif daripada menjelaskan "Udara di luar sangat dingin nanti bisa sakit, jadi ibu ingin kamu menggunakan jaket jika bepergian".

3. Lebih menekankan kata-kata
Pesan akan lebih tertangkap oleh anak jika lebih menekankan kata-kata yang digunakan, khususnya untuk menarik perhatian sang anak. Cara ini bisa ditambahkan dengan isyarat gerakan, isyarat visual dan bisa juga dengan mempraktikkannya langsung di depan sang anak.

4. Berikan peringatan
Berikan anak beberapa peringatan tentang apa yang harus dilakukannya, khususnya saat anak bermain dengan mainan atau temannya. Tapi bukan dengan cara membentak atau menggunakan suara yang keras.

5. Memberikan contoh
Anak akan menjadi pendengar yang baik jika dirinya melihat apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Jika anak sering melihat orang tua melakukannya, maka ketika sang anak diberi tahu oleh orang tua mengenai hal tersebut anak akan mendengarkannya. Lihatlah sang anak jika sedang berbicara dengannya dan meresponsnya secara sopan, biarkan anak berbicara hingga selesai dan jangan pernah berjalan atau berbalik badan saat sang anak sedang berbicara.

6. Motivasilah sang anak
Beberapa anak akan memberikan respons yang baik, jika orang tua melakukannya dengan sedikit hal yang menyenangkan (humor). Misalnya bisa dengan suara yang lucu atau melalui lagu yang kata-katanya diganti dengan pesan yang ingin disampaikan.

Dengan menggunakan cara yang menyenangkan dan penuh kasih sayang saat berbicara akan membuat anak mendengarkan kata-kata orang tuanya. Karena anak akan merasa bahwa orang tua mencintainya dan menganggapnya seseorang yang spesial, sehingga anak akan termotivasi melakukan yang terbaik untuk orang tuanya.

umber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8038041